Sering diremehkan? Kalian wajib nonton film ini !







Hi teman-teman, gimana kabar kalian hari ini? Aku doain semoga kalian selalu sehat dan bahagia yah :) Terima kasih sudah mau mampir dan membaca tulisan aku kali ini.



Ngomong-ngomong soal kabar kalian, aku mau nanya nih. Pernah ngga sih? Kalian merasa sedih/down?  Itu pasti lah ya, semua orang pasti udah ngerasain. *gitu aja ditanyain huh dasar :) 






Atau aku ganti pertanyaan jadi gini, pernah ngga sih kalian merasa sedih karena kalian diremehkan atau dianggap sebelah mata?





Pernah?






Ngga pernah??




Yang pasti sebagian besar orang pasti sudah pernah mengalaminya bukan (?) saat kita sedang memasuki fase terendah di kehidupan kita, dimana kita harus terjatuh, di sana pula kita akan menemukan berbagai macam ujian yang akan menghadang.




Misalnya saja, setelah pengumuman SBMPTN kemarin, kalian mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan harapan kalian. Sesaat nafas kita berhenti. Sesak. Lalu muncul bisikan, apa yang akan orang lain katakan? Apa respon yang akan aku dapatkan saat keluargaku bertanya-tanya tentang pengumuman ini? Dimana aku harus bersembunyi, menutupi wajah yang memalukan ini?






Saat itu, hanya satu yang kalian inginkan. Respon positif dari orang lain. Namun, jangan terlalu banyak berharap pada orang lain. Sebagian di sana, memberikanmu semangat untuk bangkit, menepuk bahumu, memelukmu, dan mendengarkan kesedihanmu. Tapi jangan lupa, masih ada sebagian yang lain, mereka akan menyunggingkan bibirnya, menyalahkan usahamu, dan meremehkanmu.





Sakit? Of course. Namun apa daya kita? Semuanya harus kita telan bulat-bulat.







Kalian akan memutuskan untuk rest setahun, belajar sekuat tenaga, dan mungkin saja menghilang sejenak. It’s okay. Kalian memang perlu menyendiri untuk memperbaiki semuanya.




Hati kalian penuh dendam karena ditolak? Kalian belajar berjam-jam, setiap waktu dan setiap saat. Tapi ingat, kalian juga perlu sedikit hiburan. Nonton film misalnya. At least, kalian mencari film yang relate dengan kehidupan kalian. Bingung cari kesana kemari, belum dapat yang pas (?)




Tenang guys,, kalian mampir di blog yang pas banget. Akhirnya yang kalian cari sekarang ada di tulisan ini. Aku merekomendasikan film yang pas banget dengan keadaan kalian sekarang.








Whoaaa film apa tu?? Lama bener ngejawabnya -_-
















Judulnya Extreme Job.  Film ini berasal dari Korea Selatan yang rilis tahun 2019. Disutradai oleh Lee Byung Hun dengan genre laga dan komedi. Garis besarnya, berkisah tentang satu tim beranggotakan lima orang yang bertugas menumpas pengedaran narkoba di Korea Selatan. Berkali-kali gagal menyelesaikan tugas hingga mereka mendapatkan satu kesempatan untuk menangkap bandar narkoba terbesar di Korea. Tidak berjalan mulus, mereka terjebak dalam kondisi dimana mereka harus menyamar dan menjadi pengusaha ayam goreng. Siapa sangka,  bisnis mereka menjadi sukses dan terkenal (?)




https://www.youtube.com/watch?v=myP0ZHhTcNY






Jadi, buat kalian yang belum nonton, tulisan aku kali ini ada spoilernya ya guys. Film ini seru banget asli, sesuai genrenya yaitu komedi/ laga, kalian dibikin ngakak karena tindakan konyol para detektif dilengkapi aksi tonjok-tonjoknya. Di sini aku mau kutip kesimpulan di beberapa scenenya yang menurut aku itu bisa kalian jadikan pelajaran saat kalian sedang down karena diremehkan :)






Pelajaran apa yang bisa kalian petik dari film ini? Let’s check it out!





Dari awal tim ini selalu gagal dalam menyelesaikan misi mereka. Gerakan yang lambat dalam menangkap pengedar narkoba membuat mereka disemprot oleh atasan. Seperti kita di kehidupan nyata, karena kurangnya persiapan kita dalam menyelesaikan sesuatu, jangan berharap hasilnya akan maksimal.







Lalu datang kapten Choi bersama dengan anak buahnya dengan tampang meremehkan. Bukan tanpa sebab mereka seperti itu, kelemahan dari tim Go yang menyebabkan siapa saja enggan untuk bekerja sama dengannya. 







Tidak jauh dari pengalaman kita di kehidupan sehari-hari, yaitu membentuk sebuah kelompok siswa. Bebas tanpa aturan dari guru, maka yang pintar jelas akan memilih sesama teman yang pintar. Namun, bagi kita yang kurang di bidang akademik mungkin hanya rasa iba yang membuat mereka memilih kita atau mungkin saja kita hanya sebagai pelengkap kelompok :). Jadi guys, untuk mencegah hal itu terjadi, kita harus berusaha meningkatkan kapabilitas yang ada pada diri kita sehingga kita bisa diandalkan.



Mendapatkan kesempatan baru, membuat kapten Go bersama tim kembali berjuang untuk menangkap bandar narkoba yang lebih kuat. Namun, sang kapten bersama tim terjebak dalam sebuah kondisi ‘menguntungkan’. Meski terpaksa membeli sebuah restoran sebagai tempat untuk mengintai, nyatanya mereka mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat menjadi seorang pebisnis ayam goreng dibandingkan menjadi seorang polisi.






Moral value? Sebelum mencapai tujuan, belum pas rasanya kalau kita belum diuji. Menyerah? Tentu saja tidak. Namun, yang dikhawatirkan jika ujian itu malah membuat kita pindah jalur. Sebagai seorang pejuang, konsistensi dan kesabaran adalah koentji. Selain itu, seorang pejuang pastinya memilih keteguhan yang kuat. So, pilihan ada di tangan kalian, ingin berhenti? Tetap maju? Atau pindah jalur?




Masih ingat dengan tim rival dari kapten Go? Meremehkan kapten Go meskipun dia sendiri adalah seorang junior. Tak dipungkiri bahwa kapten Choi yang memberikan kesempatan pada kapten Go, ternyata dia hanya dimanfaatkan untuk menyelidiki Lee Moo Bae.





See. Bahkan orang yang meremehkan kita pun sebenarnya tahu akan kemampuan kita. Mereka hanya menyembunyikan fakta bahwa kita sebenarnya lebih baik dari mereka sendiri. So, kalian hanya perlu percaya pada diri kalian sendiri kalau kalian bisa.




Di awal kapten Choi terkesan  jago dan berhasil menyelesaikan setiap permasalahan dengan baik. Namun, di scene ini guys anggapan kita di awal berbalik 180 derajat. Yap, timnya dihajar habis-habisan oleh gangster.





Dari sini kalian pasti udah bisa menyimpulkan sendiri, even orang yang meremehkan kita itu tidak kalah buruknya sebenarnya dari kita. Intinya, setiap orang punya kelemahan hanya saja mereka lebih pandai untuk menyembunyikannya.





Saat detektif Ma disandera, aku sempat mengira kalau dia bakal dibunuh. Soalnya mukanya udah bonyok. Ditambah lagi dia hampir dipukul pakai sekop. Tapi di adegan ini guys, meski destektif Ma bonyok, dia bisa melawan semua gangster yang ingin menguburnya hidup-hidup. Usut punya usut, ternyata detektif Ma adalah tim nasional Judo. Scene ini cukup bikin menganga sih soalnya dari awal, anggota tim kapten Go sendiri ngga pernah nunjukkin kemampuannya.






Lagi-lagi pelajaran yang bisa kita ambil, tidak peduli mau orang lain percaya atau tidak dengan kemampuan kita, it’s okay. Kita ngga usah repot-repot menunjukkan pada dunia kalau kita ini juga hebat. Bahkan jika dunia memandang kita sebelah mata sekalipun, remember that, diamond always be a diamond.



Satu per satu keahlian dari anggota tim kapten Go diungkap oleh kapten Choi kepada timnya. Mulai dari detektif Ma, detektif Young Ho, detektif Zhang, detektif Jae Hoon dan kapten Go. Anggota tim Choi terperangah saat mengetahui yang sebenarnya.













So guys, seperti yang aku bilang sebelumnya. Ngga usah sibuk mencari pengakuan dari orang lain, akan lebih baik jika orang lain tahu kemampuan kita bukan dari kita sendiri. Jatuhnya kita akan terkesan sombong bisa memberi tahu orang lain, gini lho aku itu jago aku itu hebat.




Seperti yang penonton inginkan di setiap ending film yaitu happy ending. Jadilah seperti kapten Go dan tim, jangan mudah untuk berputus asa. Seni dalam berjuang memanglah seperti itu, ada saja rintangan yang harus kita lalui. Ingat, sebelum memetik buah pun lazimnya kita harus memanjat lebih dahulu.











Sekian dulu dari tulisanku kali ini guys, semoga bisa bermanfaat. Sila ambil positifnya singkirkan negatifnya. Jangan lupa beri aku feedback, baik itu kritik maupun saran lewat email atau kolom komentar di bawah. See you next. Thankyou.






Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer