Gapyear, Why Not??
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Halo teman-teman, semoga kabar kalian baik ya :) Saya mau mengucapkan salam kenal untuk kalian dan terima kasih juga sudah mau mampir membaca blog saya.
Hell, your question is hurt us. Apa salahnya sih ngegapyear? Terlepas
dari takdir yang mengharuskan kita untuk nganggur dulu karena ngga lulus, ada
beberapa orang yang memang memutuskan untuk ngegapyear karena alasan tertentu. Either karena mereka mau kerja dulu buat
cari biaya kuliah, belum sreg dengan
jurusan yang dia dapatkan, or lebih ingin memantaskan diri dengan belajar
intensif terlebih dahulu.
Bersamaan saat saya menulis blog
ini, ada teman saya yang nganggur dulu setahun membuat status di Whatsapp
seperti ini.
Saya merasa terenyuh, kagum, malu
seketika melihat statusnya. Kami seangkatan dan sama-sama gapyear. Namun
berbeda alasan. Saya sangat salut dengan dia. So guys, untuk kalian yang sedang
membaca tulisanku ini dan mampu untuk berkuliah, jangan pernah untuk tidak
bersyukur dan menyia-nyiakan kesempatan, Ok?
Perihal bekerja dulu sebelum berkuliah itu sangatlah wajar. Diluar
sana banyak yang seperti itu. Karena selain keterbatasan biaya untuk berkuliah,
mereka-mereka yang lebih dulu bekerja cenderung mendapat banyak pengalaman.
Tepatnya pengalaman hidup. Bayangkan saja, bagaimana kalau mereka menjadi millionaire bahkan billionaire dan itu terjadi sebelum mereka berkuliah. How amazing that? Bahkan saya merasa
kagum dan malu sekaligus. Saya kagum karena mereka dengan gigihnya mencari
biaya kuliah sendiri tanpa minta kepada orangtua dan malu kepada diri saya
sendiri yang hanya bisa menuntut dan meminta.
Ingin memantaskan diri dengan belajar intensif terlebih dahulu, what do you mean, what about your time for?
Jadi, sebelum negara api menyerang pandemi Covid-19 melanda dunia, khususnya di negara
kita Republik Indonesia tercinta. Waktu untuk belajar untuk persiapan UTBK itu
cukup banyak dibanding angkatan-angkatan sebelumnya. Sebagai contoh angkatan
saya sendiri, angkatan tahun 2019. Bayangkan rentang waktu untuk belajar
persiapan UTBK buat yang baru mau belajar setelah ujian nasional kira-kira 5
hari untuk yang ikut gelombang pertama dan 1 bulan untuk yang ikut gelombang kedua. Bagaimana tidak stress
pemirsa :). Setelah mengikuti tes, semua hasilnya diserahkan kepada Yang Maha
Kuasa.
Bagi yang berani untuk tetap ikut
tes bermodalkan keyakinan dan ilmu yang selama ini didapat dari sekolah. Mereka
sangatlah hebat apapun hasilnya itu. Namun, bagi mereka yang masih bimbang
untuk ikut atau tidak, apa hak kita menilai mereka bahwa mereka pengecut,
menyerah sebelum bertempur, mental kerupuk dsb. Mungkin saja dengan
persiapan yang maksimal selama setahun ke depan bisa menjadikan mereka lebih
siap, lebih yakin untuk bisa mendapatkan kampus impian mereka.
Inilah yang sudah saya alami.
Saat itu saya hanya mendapatkan jalur bebas tes dan mengikuti tes masuk
kedinasan. Saya memutuskan untuk tidak ikut SBMPTN karena saya merasa belum dan
tidak mampu untuk mengerjakan soal UTBK nanti. Baik itu PTN maupun PTK saya
tidak dapat salah satunya. Menyesal tiada
guna, karena inilah keputusan saya. Saya akhirnya ngegap selama satu tahun,
saya habiskan waktu saya untuk belajar, belajar dan belajar.
Bagi sebagian besar lulusan baru,
Gapyear adalah momok yang paling mengerikan. Bayangkan saja ((lagi-lagi saya nyuruh kalian membayangkan
wkwkwk)) teman-teman kalian sudah mulai kuliah, selfie-selfie dengan teman baru, jas almamater baru, lingkungan
baru atau mungkin crush baru.
Sedangkan kalian?? Meringkuk di dalam selimut takut keluar rumah ketemu
tetangga atau bahkan keluarga sendiri(?). It’s
okay you’re not alone babe. Saya pun sudah mengalaminya :) ((Jadi kalian jangan merasa spesial ya, merasa cuma kalian sendiri yang sedih karena belum kuliah)).
Adalagi yang sudah mendapatkan golden ticket untuk bisa berkuliah tapi
lagi-lagi karena ada sesuatu yang mengganjal, tidak sesuai dengan passion,
pilihan kedua, dll. Mereka pun memutuskan untuk tidak mengambilnya karena jurusan tersebut masih belum sreg. Saya tidak bisa berkomentar
banyak, karena apa hak saya (?). Akan tetapi satu hal yang bisa saya katakan,
ambil saja dulu, bisa saja cinta sejatimu
ada di sana. Cobalah untuk menjalaninya beberapa saat, kuat? sila bertahan,
tidak kuat? Keputusan ada di tanganmu. Renungkan kembali, masih banyak orang di
luar sana yang ingin berada di posisi yang sekarang membuatmu ragu untuk maju
atau tidak.
Please remember, Gapyear bukan berarti kalah. Gapyear bukanlah
tuntutan untuk menyerah. Gapyear bukan akhir dari segalanya. Kalian boleh
sedih, marah, dan menangis. Tetapi, kalian tidak boleh menyalahkan Tuhan, orang
lain maupun diri kalian sendiri. Cobalah untuk beristirahat sejenak, tenangkan
akal dan pikiran kalian. Kalian boleh refreshing
ke pantai, gunung, alun-alun kota, dll.
Sekali lagi terima kasih karena sudah membaca
postingan pertama saya. Saya berharap, melalui tulisan saya ini bisa membantu
teman-teman di luar sana. Bisa memberikan semangat untuk bisa bangkit dan
berjuang kembali. Mohon maaf atas kekurangan dan kekhilafan pada tulisan saya.
Serta mohon kiranya memberikan feedback, kritik
dan saran di kolom komentar.
PS. Mungkin saja yang kamu
perjuangkan saat ini tidak baik untuk kamu, karena Yang Maha Kuasa ingin
memberikanmu yang terbaik. You’re great and You’re amazing.









Komentar
Posting Komentar